Lemme Hug You, Little Voldy!!

ImageSo..(okay, I should stop starting my sentences with the word “so”!)

I just finished watching Harry Potter and The Deathly Hallows movies (again!) and eventually changed my point of view about Voldemort. I actually pity him, rather than hate or fear him. Growing up without proper love, lonely, and failing to overcome insecurities had made him into what he is now. I think he had some similar background with Loki. He might have killed many people, but if I were Harry and just in case Voldemort apologized for what he had done, I probably would forgive him and hug him and help him come back to society.

That moment in the movie when he realized that he only had 2 horcruxes left and had to keep Nagini save by not letting it get too far away from him, it kinda touched me seeing him panicking and frightened knowing that his end is near. He looks so vulnerable I almost want to hug him and say, “Aw, Tom, don’t be scared. Just give up on your unreasonable obsession with death. Why would you fear it? You can just face it gracefully when it arrives…bla..bla..bla..(calming and comforting speech)..”
But then again, I could probably have died of Avada Kedavra before I could reach out my hands to hug him. XD

While Umbridge is an antagonist character I truly hate with every single cell of my body, Voldemort is an antagonist character I sympathized on.

Now I feel the urge to read Harry Potter from the 1st book again.. -_-

Advertisements

What day is it today? Today is Lazyday

There are times when I don’t want to do anything at all, don’t want to go outside and meet people.

One of those times is today..

I will pretend that I don’t exist to the world and other people. I don’t have to use my voice at all during the day. I will just lay down in my bed, eat some snack, write my blog, browse the internet, go to the bathroom, throw my body again on the bed, check out the fridge, have a drink, lay on the bed again, eat oreo, read a novel, check the internet again, grab a cup of instant noodle, pour some hot water…

image

ahhhh…heaven..

Now excuse me, I’m going to eat and read again. :p

Review Pertama di Serapium Reading Challenge: Never Let Me Go – Kazuo Ishiguro

Jadi kan ceritanya gue sok2an gitu ikutan lomba review buku yang diadain Kaskus, siapatau menang. Ga usah menang utama, jadi pemenang bulanan aja juga gapapa, hihihi.. Nah, ini dia review buku yang gue kasih buat tema bulan Januari.. :p

Detail Buku

Judul : Never Let Me Go – Jangan Lepaskan Aku
No. ISBN : 9789792274936
Penulis : Kazuo Ishiguro
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit : September – 2011
Jumlah Halaman : 360
Harga : Rp 60.000

Brief Synopsis
Dari luar, Hailsham tampak seperti sekolah asrama Inggris yang menyenangkan, jauh dari sentuhan kota besar. Murid-muridnya terpelihara dengan baik, diajari seni, olahraga, dan ilmu pengetahuan. Namun anehnya mereka sama sekali tidak dibiarkan berhubungan dengan dunia di luar asrama mereka.

Kathy, yang kini sudah dewasa, mengenang kembali masa-masanya di Hailsham. Ingatannya tentang persahabatannya dengan Ruth dan Tommy, teman masa kanak-kanaknya di asrama tersebut, membuka berbagai rahasia di balik dinding Hailsham, dan takdir yang telah menanti mereka begitu mereka keluar dari Hailsham.

Review
“Aku hanya menunggu sebentar, lalu kembali ke mobil, untuk pergi kemana pun seharusnya aku pergi.”
Gue membaca kalimat terakhir novel ini dan menutup buku dengan pikiran dan perasaan yang campur aduk. Sedih, terharu, prihatin, kasihan, marah, dan bertanya-tanya. Kenapa? Kenapa bisa ada orang yang berinisiatif menciptakan ide gila ini? Kenapa tidak ada seorang pun yang berusaha menyelamatkan mereka? Kenapa mereka pun tidak mempunyai keinginan untuk mengubah takdir? I know I was being ridiculous because it’s just a fiction dan jika pertanyaan-pertanyaan gue diatas dijawab, tentu saja jalan ceritanya akan berbeda, tapi tetep aja gue kebawa perasaan. Well, yang menunjukkan pinternya Kazuo Ishiguro membawa kita terhanyut dalam emosi dan perasaan tokoh novelnya.

Novel ini ditulis dalam bentuk naratif yang dibagi dalam tiga bagian, dengan Kathy sebagai narator sekaligus tokoh protagonis utama. Kita dibawa masuk ke dalam lingkungan Kathy dari sudut pandang dan karakternya yang kalem, sabar, toleran, dan bijak. Secara tidak langsung, gaya bertutur Kathy membuat kita simpati pada tokoh-tokoh disekelilingnya, bahkan terhadap tokoh antagonis (Ruth) yang egois dan emosional.

Di bagian pertama kita dikenalkan dengan sekolah Kathy, Hailsham, dan kehidupan yang berlangsung di dalamnya ketika ia masih bersekolah di sana. Dari cerita Kathy, kita akan berasumsi bahwa Hailsham adalah sebuah sekolah elit, dimana para siswanya diajarkan berbagai macam keterampilan dan pengetahuan, cara bersikap sesuai etika, dan kedisiplinan karena mereka semua tinggal di asrama. Namun ketika cerita bergulir makin jauh, kita akan menangkap beberapa keanehan dari sekolah ini, diantaranya para siswa yang tidak pernah berhubungan dengan dunia luar, nama mereka yang hanya terdiri dari nama panggilan dan inisial (Kathy H, Tommy D), dan pandangan “mengasihani” dari orang luar Hailsham yang berkunjung.

Perlahan terbukalah kenyataan bahwa mereka merupakan produk kloningan yang sengaja diciptakan sebagai “suplai” organ tubuh untuk manusia di luar sana yang membutuhkan donor (this is where my heart screamed “Noooooo!!”). Bagi yang berharap bahwa novel ini menceritakan perjuangan para tokoh untuk memperjuangkan nasib mereka (termasuk gue yang juga menyangka begitu pada awalnya), you will be disappointed. Karena ketika mereka pada akhirnya diberitahu asal-usul mereka dan untuk tujuan apa mereka hidup, mereka terlihat cukup pasrah dan menerima fakta itu dengan tenang, mengingat bahwa organ tubuh mereka akan “dipanen” satu per satu hingga akhirnya tiba waktunya jantung mereka harus didonorkan yang tentunya mengakhiri hidup mereka. Kalau gue sih, udah pasti bakal lari-larian sambil teriak-teriak minta dibebaskan.

Creepy, huh? Kalau yang menulis cerita ini Michael Crichton, mungkin genre novelnya akan murni menjadi science fiction thriller. Tapi titik berat novel ini bukanlah pada proses donor atau penciptaan kloning atau hal-hal sains lainnya, tapi pada hubungan antara Kathy, Tommy, dan Ruth. Dari awalnya bersahabat, kemudian terlibat cinta segitiga, kemudian berpisah di persimpangan nasib, dan akhirnya dipertemukan lagi oleh takdir akhir yang sama. Singkatnya, novel ini berfokus pada dinamika hubungan sosial dan emosional antara ketiga tokoh utama, seiring berjalannya waktu mereka yang singkat di dunia ini menyambut kematian yang pasti dan tampak di depan mata.

Selama gue membaca buku ini, sering sekali gue terbawa emosi berkat narasi Kathy yang menghanyutkan, sampai akhirnya gue harus menenangkan diri sendiri, “tenang..tenang, ini cuma fiksi. mana ada kloning manusia di dunia ini.” Tapi tidak menutup kemungkinan juga hal ini akan benar-benar terjadi mengingat perkembangan teknologi sekarang memang sudah sampai ke sana, just a matter of time where people would feel powerful and playing god. Syukurlah sejauh ini percobaan pembuatan kloning manusia dilarang

All in all, this book is HIGHLY RECOMMENDED. Buat yang belum pernah baca bukunya dan belum pernah juga nonton filmnya, gue sarankan lebih baik nonton dulu sebelum baca. Karena kalo sebaliknya, filmnya bakal terasa membosankan karena bukunya jauh lebih dalem impactnya ke emosi kita, walaupun akting Andrew Garfield sebagai Tommy cukup keren sih menurut gue. It’s a romance wrapped with science fiction and psychological thriller. It somehow made you think, what makes someone’s a human? Anak-anak itu jelas mempunyai jiwa, emosi, dan perasaan, tapi kenapa ga ada yang melihat mereka sebagai manusia? Gue aja selesai baca, post-reading syndrome nya kerasa sampe seminggu ke depan. Bener-bener top deh Mr. Ishiguro ini.

REVIEW RESULT
(+) tragically beautiful, unusual ending, deeply impressive, darkly romantic, emotionally thought-provoking, sympathetic characters (you can’t even hate Ruth!)
(-) uhmm..I found nothing negative about this book. For some particular readers, the slow-paced narrative story telling may be a little bit boring, but overall this novel is perfect.
RATING :